Tokoh Adat Paser Dan Sepaku Cabut Pernyataan Kecewa, Tegaskan Terus Dukung Pembangunan IKN
Balikpapan - Terkait video berita yang diunggah oleh akun media sosial Instagram Kaltimpost setelah kegiatan peresmian persemaian di Mentawir, Selasa 4 Mei 2024.
"Beredar sebuah video yang merekam aksi protes sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai masyarakat adat Paser dan Sepaku. Mereka mengaku diundang dalam seremoni peresmian Persemaian Mentawir oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Selasa (4/6) siang. Namun, pada saat pelaksanaan kegiatan, mereka tersisihkan. Mereka tidak mendapatkan kursi layaknya peserta undangan lain. Hal tersebut membuat mereka tersinggung. Salah seorang perwakilannya pun menegaskan bahwa mereka tidak mengakui keberadaan Peresmian Persemaian Mentawir tersebut, isi caption dalam postingan akun Kaltimpost tersebut.
Namun pernyataan tersebut dicabut oleh beberapa Tokoh Adat Paser yang disampaikan pada pertemuan hari jam 14.00 sampai 15.30 Wita di Warung Simpang Semoi I di RT. 005 Desa Argo Mulya Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.
H. Sadin, Jubaen (Ketua Adat Paser Kelurahan Pemaluan), Saparudin (Ketua Adat Paser Binuang), Sahdan (Ketua Adat Paser Desa Wonosari), Sahnan (Ketua Adat Paser Kelurahan Mentawir), H. Supian Nur atau H. Tewe (Ketua FKMS), Usman (Sekretaris FKMS) ditemukan pihak Panitia KLHK.
"Kami sangat kecewa atas sambutan Panitia, Karena kami tidak diperbolehkan masuk ke lokasi dan kami sempat membuat ungkapan dan meluapkan ucapan yang mengecewakan, namun dalam kesempatan ini kami menegaskan dan nyata ikrar bahwa kami para Ketua Adat dan para Tokoh Adat Paser Kecamatan Sepaku menyatakan dengan ini telah mencabut pernyataan kami tersebut dan tidak ada lagi permasalahan diantara kami,"ucap H. Sahdin siang tadi.
Disampaikan pula oleh pihak KLHK bahwa undangan tersebut memang kewenangan dari KLHK yang mengundang.
Dan pihak Panitia pun memohon maaf atas kejadian yang tidak nyaman ini kepada para Ketua dan Tokoh Adat Paser tersebut.
Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto, saat dikonfirmasi menambahkan bahwa alasan para undangan tersebut tidak diperbolehkan masuk dikarenakan terlambat datang.
"Mereka datang terlambat ke lokasi kegiatan, sedangkan rombongan Presiden sudah dekat tiba dilokasi, sehingga mereka tidak bisa masuk," imbuh Kristiyanto.
Saat ini situasi masyarakat di Kabupaten Panajam Paser Utara khususnya di Mentawir telah kondusif dan telah damai serta saling memaafkan.
"Permasalahan ini merupakan kesalahpahaman saja, dan telah selesai dengan saling memaafkan, sehingga hubungan tetap terjalin harmonis dan kondusif,"ungkap Kolonel Kristiyanto.
Kapendam pun menutup dengan menegaskan bahwa pernyataan yang telah beredar sebelumnya itu telah dicabut dan permasalahan yang terjadi dinyatakan sudah selesai.
Pendam VI/Mlw
Add New Comment