Tim Penyuluh TNI Gelar Penyuluhan Penanganan Karhutla di Kodim Jajaran Kodam VI/Mlw
Balikpapan – Sebagai langkah proaktif dalam memitigasi risiko bencana alam serta menjaga kelestarian lingkungan, Tim Penyuluh, yg terdiri dari Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Dikreg LVI TA 2026 menggelar kegiatan penyuluhan intensif di Kodim jajaran Kodam VI/Mlw, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh Personel Kodim beserta stakeholder pemerintahan terkait ini, fokus pada penguatan kapasitas Babinsa dan personel teritorial dalam strategi penanganan serta pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur.
Kalimantan Timur, dengan karakteristik wilayah yang memiliki ketersediaan lahan gambut dan kawasan hutan yang luas, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi bencana Karhutla, khususnya saat memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, edukasi dan sinergi teritorial menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkan.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., pada kesempatan terpisah menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan keselamatan masyarakat.
"Pencegahan adalah kunci utama. Para Babinsa di lapangan merupakan ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan deteksi dini. Kita harus bertindak cepat dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada lagi titik api yang meluas dan merugikan daerah kita," tegas Pangdam VI/Mlw.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Penyuluh Pasis Sesko TNI menyampaikan sejumlah poin strategis terkait penanganan Karhutla, meliputi:
• Deteksi Dini dan Pemantauan Titik Panas (Hotspot): Pengelompokan wilayah rawan serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan aplikasi pemantauan satelit guna mendeteksi keberadaan titik panas secara real-time.
• Patroli Terpadu dan Sosialisasi Masyarakat: Mengedepankan peran Babinsa untuk memimpin patroli berkala bersama instansi terkait dan masyarakat peduli api, serta memberikan imbauan langsung mengenai bahaya membakar lahan secara sembarangan.
• Kesiapsiagaan Alutsista dan Personel: Memastikan kesiapan peralatan pemadam lapangan, ketersediaan sumber air di area rawan, serta kesiapan fisik personel untuk respons cepat (quick response) saat terjadi penemuan titik api.
• Sinergitas Antar-Instansi: Memperkuat kolaborasi multi-pihak antara TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, serta elemen masyarakat guna mempermudah koordinasi saat penanggulangan di lapangan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan seluruh jajaran Kodim di wilayah Kodam VI/Mlw dapat menyatukan persepsi dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Komitmen ini menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung pemerintah daerah untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang bebas dari asap dan bencana Karhutla.
Pendam VI/Mlw.
Kegiatan yang diikuti oleh Personel Kodim beserta stakeholder pemerintahan terkait ini, fokus pada penguatan kapasitas Babinsa dan personel teritorial dalam strategi penanganan serta pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur.
Kalimantan Timur, dengan karakteristik wilayah yang memiliki ketersediaan lahan gambut dan kawasan hutan yang luas, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi bencana Karhutla, khususnya saat memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, edukasi dan sinergi teritorial menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkan.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., pada kesempatan terpisah menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan keselamatan masyarakat.
"Pencegahan adalah kunci utama. Para Babinsa di lapangan merupakan ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan deteksi dini. Kita harus bertindak cepat dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada lagi titik api yang meluas dan merugikan daerah kita," tegas Pangdam VI/Mlw.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Penyuluh Pasis Sesko TNI menyampaikan sejumlah poin strategis terkait penanganan Karhutla, meliputi:
• Deteksi Dini dan Pemantauan Titik Panas (Hotspot): Pengelompokan wilayah rawan serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan aplikasi pemantauan satelit guna mendeteksi keberadaan titik panas secara real-time.
• Patroli Terpadu dan Sosialisasi Masyarakat: Mengedepankan peran Babinsa untuk memimpin patroli berkala bersama instansi terkait dan masyarakat peduli api, serta memberikan imbauan langsung mengenai bahaya membakar lahan secara sembarangan.
• Kesiapsiagaan Alutsista dan Personel: Memastikan kesiapan peralatan pemadam lapangan, ketersediaan sumber air di area rawan, serta kesiapan fisik personel untuk respons cepat (quick response) saat terjadi penemuan titik api.
• Sinergitas Antar-Instansi: Memperkuat kolaborasi multi-pihak antara TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, serta elemen masyarakat guna mempermudah koordinasi saat penanggulangan di lapangan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan seluruh jajaran Kodim di wilayah Kodam VI/Mlw dapat menyatukan persepsi dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Komitmen ini menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung pemerintah daerah untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang bebas dari asap dan bencana Karhutla.
Pendam VI/Mlw.
Share :
Add New Comment