Sosok Praka Ibnu Sidik Prajurit Zeni Tempur yang Sering Juara Lari Tingkat Nasional
BALIKPAPAN – Di balik sikap tenang dan disiplin khas militer, siapa sangka seorang prajurit TNI AD ini menyimpan deretan prestasi membanggakan di dunia atletik.
Dialah Praka Ibnu Sidik, prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma, Kodam VI/Mulawarman, yang namanya kian bersinar di lintasan lari nasional.
Lahir dan besar di Bondowoso, Jawa Timur, Ibnu berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani dan ibunya berwirausaha.
Namun semangat juang dan kedisiplinan sudah tumbuh sejak dini. Ketertarikannya pada dunia militer berawal saat ia masih duduk di bangku SMP.
“Dulu sering lihat tentara latihan di depan rumah menuju asrama, kelihatan gagah dan disiplin, itu yang buat saya ingin jadi seperti mereka,” kenangnya saat diwawancarai Tribun Kaltim.co, Rabu (04/06).
Ibnu resmi bergabung sebagai prajurit TNI AD pada tahun 2016 melalui penerimaan Kodam V/Brawijaya di Surabaya.
Setelah dilantik, ia mendapat penempatan di Kodam VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Sejak SMP, Ibnu kerap mengikuti lomba lari mulai dari Porprov hingga Porda. Namun saat ingin masuk dunia militer, ia sempat vakum dari dunia atletik. Karena fokus untuk masuk menjadi seorang anggota TNI AD.
Titik baliknya datang saat mengikuti seleksi Ton Tangkas pada 2017, setahun setelah dinas. Ternyata, catatan larinya menjadi yang tercepat.
Ia kemudian mendapat dukungan dari para senior dan terpilih untuk ikut seleksi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad). Dari seleksi beberapa batalyon, Ibnu lolos dan mulai dilatih secara serius.
"Latihan biasanya pagi dan sore. Ada variasi seperti interval, daya tahan, strength, hingga jogging 75-100 menit. Makanan juga saya jaga, nggak pernah makan pedas atau minuman dingin, lebih banyak konsumsi protein dan buah," katanya.
Setiap menjelang lomba, Ibnu tak lupa meminta doa restu dari ibu dan keluarga agar diberi kelancaran. Ia juga mengaku pernah kesulitan beradaptasi saat berlomba di Jawa Barat karena perubahan suhu ekstrem dari panas ke dingin.
Berikut sebagian prestasi membanggakan yang ditorehkan Praka Ibnu Sidik:
1. Juara 1 Kejuaraan Jatim Open 2024 (5000 meter) – waktu: 15:02
2. Juara 1 Kejuaraan Jatim Open 2024 (10.000 meter) – waktu: 31:48
3. Juara 2 Kejuaraan Jabar Open 2023 (5000 meter) – waktu: 15:22
4. Juara 1 Kejuaraan Jatim Open 2023 (5000 meter) – waktu: 15:40
5. Juara 1 Panglima Run 2025 (10.000 meter) – waktu: 31:17
Ibnu juga memiliki tekad besar untuk terus mengharumkan nama TNI dan Kalimantan Timur.
“Target terdekat ingin ikut PON di NTT untuk kontingen Kaltim. Saat ini fokus di nasional, tapi ke depannya saya ingin sekali ikut event internasional,” ujarnya.
Namun, Ibnu sempat menyayangkan aturan usia pada Kejurprov di Kaltim yang membatasi maksimal 30 tahun, sementara Kejurnas masih mengizinkan sampai 35 tahun.
“Sekarang saya 31 tahun. Harapannya aturan Kejurprov bisa disamakan seperti Kejurnas, agar saya bisa tetap tampil dan menyumbangkan prestasi untuk daerah,” harapnya.
Atas prestasi yang diraihnya, Praka Ibnu menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pangdam VI/Mulawarman beserta jajaran, Danyon, para Danki, senior di Yonzipur 17/AD, serta pelatih Sertu Latib Mustofa yang bertugas di Jasdam.
“Beliau pelatih yang luar biasa, yang membentuk saya sampai bisa seperti sekarang ini. Saya berterima kasih atas semua dukungan dan kesempatan yang diberikan,” ucapnya.
Add New Comment