Pangdam VI/Mulawarman Sambut 484 Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG di Balikpapan
Balikpapan – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., menyambut langsung 484 prajurit Satgas Brigif 24/Bulungan Cakti dan Yonif 600/Modang yang kembali dari penugasan pengamanan perbatasan RI-PNG wilayah Papua. Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa sore (27/10/2026).
Upacara penyambutan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat Kodam VI/Mulawarman, unsur TNI AL dan TNI AU, serta perwakilan pengelola Pelabuhan Semayang. Sekitar 500 orang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pangdam VI/Mulawarman bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat Danyonif 600/Modang Letkol Inf Dipa Dipura.
Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit atas dedikasi dan keberhasilan mereka menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.
Pangdam menjelaskan, selama sembilan bulan bertugas di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, para prajurit dituntut menjaga profesionalisme dan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan tugas yang, menurutnya, berjalan tanpa pelanggaran, terutama pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Pangdam menegaskan, penugasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ia meminta para prajurit tetap menjaga sikap dan menjadikan pengalaman selama bertugas sebagai bekal untuk pengabdian selanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam turut mengapresiasi capaian operasional Satgas Yonif 600/Modang selama bertugas di wilayah Papua. Dalam operasi gabungan, personel satgas berhasil mengamankan seorang tokoh kelompok bersenjata beserta satu anggotanya, serta menyita sejumlah senjata api dan amunisi.
Sementara dalam operasi mandiri, satgas juga mengamankan sejumlah senapan rakitan.
Menutup amanatnya, Pangdam memerintahkan Danbrigif 24/Bulungan Cakti dan Danyonif 600/Modang segera melakukan inventarisasi personel, materiil, dan administrasi, serta melaksanakan pemeliharaan dan pencegahan sebelum perlengkapan disimpan di gudang.
Pangdam juga mengingatkan para prajurit agar segera menyesuaikan diri setelah kembali ke satuan dan tetap mengedepankan sikap santun, sederhana, serta profesional dalam menjalankan tugas.
Ia berharap para prajurit terus menjadi teladan dan hadir sebagai sosok yang dipercaya serta dicintai masyarakat.
Pendam VI/Mlw.
Upacara penyambutan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat Kodam VI/Mulawarman, unsur TNI AL dan TNI AU, serta perwakilan pengelola Pelabuhan Semayang. Sekitar 500 orang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pangdam VI/Mulawarman bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat Danyonif 600/Modang Letkol Inf Dipa Dipura.
Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit atas dedikasi dan keberhasilan mereka menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.
Pangdam menjelaskan, selama sembilan bulan bertugas di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, para prajurit dituntut menjaga profesionalisme dan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan tugas yang, menurutnya, berjalan tanpa pelanggaran, terutama pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Pangdam menegaskan, penugasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ia meminta para prajurit tetap menjaga sikap dan menjadikan pengalaman selama bertugas sebagai bekal untuk pengabdian selanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam turut mengapresiasi capaian operasional Satgas Yonif 600/Modang selama bertugas di wilayah Papua. Dalam operasi gabungan, personel satgas berhasil mengamankan seorang tokoh kelompok bersenjata beserta satu anggotanya, serta menyita sejumlah senjata api dan amunisi.
Sementara dalam operasi mandiri, satgas juga mengamankan sejumlah senapan rakitan.
Menutup amanatnya, Pangdam memerintahkan Danbrigif 24/Bulungan Cakti dan Danyonif 600/Modang segera melakukan inventarisasi personel, materiil, dan administrasi, serta melaksanakan pemeliharaan dan pencegahan sebelum perlengkapan disimpan di gudang.
Pangdam juga mengingatkan para prajurit agar segera menyesuaikan diri setelah kembali ke satuan dan tetap mengedepankan sikap santun, sederhana, serta profesional dalam menjalankan tugas.
Ia berharap para prajurit terus menjadi teladan dan hadir sebagai sosok yang dipercaya serta dicintai masyarakat.
Pendam VI/Mlw.
Share :
Add New Comment